Haus is the standard Indonesian word for thirsty, used for both physical needs and intense desires.
Wort in 30 Sekunden
- Used to describe the physical need for water.
- Can also describe intense desire for something abstract.
- Essential vocabulary for daily communication.
Overview
Kata 'haus' adalah kata sifat dasar dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada kebutuhan biologis akan cairan. Kata ini sangat umum digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyatakan status hidrasi seseorang. 2) Usage Patterns: Dalam penggunaan standar, 'haus' sering diikuti oleh kata keterangan tingkat seperti 'sangat' atau 'sekali' untuk menekankan intensitas. Contohnya, 'Saya sangat haus'. Kata ini juga bisa digunakan secara metaforis, misalnya dalam konteks 'haus akan ilmu' atau 'haus kekuasaan', yang berarti keinginan yang sangat besar atau ambisi. 3) Common Contexts: Konteks paling umum adalah situasi fisik setelah berolahraga, saat cuaca panas, atau setelah memakan makanan yang asin. Dalam percakapan santai, orang sering menggunakan kata 'kehausan' sebagai kata benda untuk menggambarkan kondisi tersebut. 4) Similar Words comparison: Dibandingkan dengan 'dahaga', kata 'haus' jauh lebih umum dan netral. 'Dahaga' cenderung memiliki nuansa sastra atau puitis yang lebih dalam, sehingga jarang digunakan dalam percakapan informal sehari-hari. Sementara itu, 'kekeringan' merujuk pada kondisi lingkungan atau tanah, bukan perasaan subjek manusia.
Beispiele
Saya merasa haus setelah berolahraga.
everydayI feel thirsty after exercising.
Para pendaki itu kehausan di tengah perjalanan.
formalThe hikers were thirsty in the middle of the journey.
Haus banget nih, ada minum?
informalSo thirsty, do you have a drink?
Dia haus akan pengakuan dari rekan kerjanya.
academicHe is thirsty for recognition from his colleagues.
Häufige Kollokationen
Häufige Phrasen
haus sekali
very thirsty
menghilangkan rasa haus
to quench thirst
haus akan kekuasaan
thirsty for power
Wird oft verwechselt mit
Dahaga is a formal or literary synonym for thirsty. It is rarely used in daily conversation compared to haus.
Lapar means hungry, referring to the need for food. Haus refers specifically to the need for liquids.
Grammatikmuster
How to Use It
Nutzungshinweise
Haus is the neutral term used in all registers. Use 'haus banget' in very casual settings to sound like a local. Avoid using 'dahaga' unless you are writing poetry or formal literature.
Häufige Fehler
Learners sometimes confuse 'haus' (thirsty) with 'lapar' (hungry). Another mistake is using 'dahaga' in casual conversation, which sounds overly dramatic or strange to native speakers.
Tips
Use 'Sangat' for emphasis
Add the word 'sangat' before 'haus' to express that you are very thirsty. This is the most natural way to emphasize your physical state.
Avoid using 'dahaga' in shops
While 'dahaga' means thirsty, it sounds poetic and formal. Always use 'haus' when ordering drinks at a restaurant or store.
Metaphorical usage in Indonesian
Indonesians often use 'haus' to describe ambition. Using 'haus kekuasaan' or 'haus pujian' shows a high level of vocabulary proficiency.
Wortherkunft
The word 'haus' is an Austronesian root word found in various forms across the Malay-Polynesian language family. It has been used in Malay and Indonesian for centuries to describe the physiological thirst.
Kultureller Kontext
In Indonesian culture, offering a drink to a guest is a sign of hospitality. If a guest says they are 'haus', it is customary for the host to immediately provide water or tea.
Merkhilfe
Think of 'House' (English) and imagine you are so thirsty that you need to run to the 'House' to get water. The sound 'Haus' is very similar to 'House'.
Häufig gestellte Fragen
4 FragenHaus adalah kata sehari-hari yang umum digunakan, sedangkan dahaga adalah bentuk yang lebih puitis atau sastra. Keduanya memiliki arti yang sama, namun dahaga lebih jarang digunakan dalam percakapan santai.
Anda bisa menggunakan frasa 'sangat haus' atau 'kehausan'. Jika ingin lebih dramatis, orang Indonesia terkadang mengatakan 'haus sekali sampai tenggorokan kering'.
Ya, haus bisa digunakan secara kiasan untuk menunjukkan keinginan besar. Contohnya, 'haus akan ilmu' berarti seseorang sangat ingin belajar.
Lawan kata langsung dari haus dalam konteks fisik adalah kenyang minum, namun tidak ada kata sifat tunggal yang sangat umum selain menyatakan bahwa kebutuhan cairan sudah terpenuhi.
Teste dich selbst
Setelah berlari maraton, saya merasa sangat ___.
Setelah berolahraga, tubuh membutuhkan cairan, sehingga kata yang tepat adalah haus.
Apa arti dari kata haus?
Haus secara spesifik merujuk pada kebutuhan akan air atau cairan.
haus / saya / sekali / merasa
Struktur kalimat bahasa Indonesia yang benar adalah Subjek + Predikat + Adjektiva + Keterangan.
Ergebnis: /3
Summary
Haus is the standard Indonesian word for thirsty, used for both physical needs and intense desires.
- Used to describe the physical need for water.
- Can also describe intense desire for something abstract.
- Essential vocabulary for daily communication.
Use 'Sangat' for emphasis
Add the word 'sangat' before 'haus' to express that you are very thirsty. This is the most natural way to emphasize your physical state.
Avoid using 'dahaga' in shops
While 'dahaga' means thirsty, it sounds poetic and formal. Always use 'haus' when ordering drinks at a restaurant or store.
Metaphorical usage in Indonesian
Indonesians often use 'haus' to describe ambition. Using 'haus kekuasaan' or 'haus pujian' shows a high level of vocabulary proficiency.
Beispiele
4 von 4Saya merasa haus setelah berolahraga.
I feel thirsty after exercising.
Para pendaki itu kehausan di tengah perjalanan.
The hikers were thirsty in the middle of the journey.
Haus banget nih, ada minum?
So thirsty, do you have a drink?
Dia haus akan pengakuan dari rekan kerjanya.
He is thirsty for recognition from his colleagues.