takut
When discussing advanced Indonesian, an interesting aspect of 'takut' at the C2 level involves its nuanced usage in expressing not just personal fear, but also societal anxieties, abstract apprehensions, or even a respectful awe. It moves beyond a simple emotional state to encompass broader psychological or cultural implications.
For instance, one might say 'masyarakat takut akan perubahan sosial yang drastis' (the society fears drastic social changes), where 'takut' conveys a collective apprehension rather than individual terror. Similarly, in a philosophical context, 'para ilmuwan takut akan dampak etis dari penemuan baru' (scientists fear the ethical implications of new discoveries) illustrates its use in expressing profound concerns. At this level, 'takut' can also be paired with sophisticated vocabulary to articulate complex emotional landscapes, such as 'takut akan kehilangan identitas budaya' (fear of losing cultural identity), highlighting a deeper, more existential dread.
takut in 30 Sekunden
- Feeling scared or afraid.
- Commonly used to express fear.
- Can refer to being afraid of things, situations, or people.
Wortfamilie
Substantive
Verben
Häufig gestellte Fragen
10 FragenYou can use 'takut' like this:
Aku takut kecoak. (I am afraid of cockroaches.)
Dia tidak takut hantu. (She is not afraid of ghosts.)
Yes, 'takut' primarily functions as an adjective meaning 'afraid' or 'scared'.
While 'takut' is the most common, you might sometimes hear words like 'gentar' (apprehensive, usually in a more formal context) or 'khawatir' (worried), but 'takut' is your go-to for 'afraid'.
Simply say Aku takut. or Saya takut.
Not directly. To say 'fear' as a noun, you'd usually say rasa takut (the feeling of fear) or sometimes ketakutan (fear/fright, often intense).
You can say Jangan takut.
Both! You can be afraid of a thing (e.g., spiders: takut laba-laba) or a situation (e.g., losing: takut kalah).
Takut means 'afraid' or 'scared' (often an immediate reaction to a perceived threat). Khawatir means 'worried' or 'concerned' (more about a future event or outcome).
Example: Aku takut anjing itu. (I am afraid of that dog.)
Example: Aku khawatir dia belum datang. (I am worried he hasn't arrived yet.)
Yes, to express fear of doing something. For example, Aku takut jatuh. (I am afraid of falling.)
You can add intensifiers like sangat (very) or sekali (very much).
Dia sangat takut. (She is very afraid.)
You can also use ketakutan as a noun or adjective to express a stronger sense of terror/fright.
Teste dich selbst 42 Fragen
Write a short sentence saying 'I am afraid.' in Indonesian.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Saya takut.
Write a sentence saying 'He is not afraid.' in Indonesian.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Dia tidak takut.
Write a sentence asking 'Are you afraid?' in Indonesian.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Apakah kamu takut?
Mengapa kucing itu lari?
Read this passage:
Kucing itu melihat anjing besar. Kucing itu sangat takut. Kucing itu lari cepat.
Mengapa kucing itu lari?
The passage says 'Kucing itu melihat anjing besar. Kucing itu sangat takut. Kucing itu lari cepat.' which means 'The cat saw a big dog. The cat was very afraid. The cat ran fast.'
The passage says 'Kucing itu melihat anjing besar. Kucing itu sangat takut. Kucing itu lari cepat.' which means 'The cat saw a big dog. The cat was very afraid. The cat ran fast.'
Apa yang membuat anak itu takut?
Read this passage:
Anak kecil itu tidak suka gelap. Dia selalu takut kalau lampunya mati.
Apa yang membuat anak itu takut?
The passage says 'Dia selalu takut kalau lampunya mati.' which means 'He is always afraid if the light goes out.'
The passage says 'Dia selalu takut kalau lampunya mati.' which means 'He is always afraid if the light goes out.'
Apakah mereka takut hantu?
Read this passage:
Mereka tidak takut hantu. Mereka suka menonton film horor.
Apakah mereka takut hantu?
The passage states 'Mereka tidak takut hantu.' which means 'They are not afraid of ghosts.'
The passage states 'Mereka tidak takut hantu.' which means 'They are not afraid of ghosts.'
The speaker is talking about a dog.
She is alone at home.
It's about trying new things.
Read this aloud:
Saya tidak takut ketinggian.
Focus: takut, ketinggian
Du hast gesagt:
Speech recognition is not supported in your browser. Try Chrome or Edge.
Read this aloud:
Apakah kamu takut gelap?
Focus: takut, gelap
Du hast gesagt:
Speech recognition is not supported in your browser. Try Chrome or Edge.
Read this aloud:
Mereka takut ujian besok.
Focus: takut, ujian
Du hast gesagt:
Speech recognition is not supported in your browser. Try Chrome or Edge.
This sentence describes someone being afraid of being alone at home when it's dark. 'Dia' (she/he) is the subject, 'takut' (afraid) is the verb, followed by the circumstances 'sendirian di rumah' (alone at home) and 'ketika gelap' (when it's dark).
This sentence encourages trying new things without fear. 'Jangan takut' (don't be afraid) is the imperative, followed by the action 'untuk mencoba hal baru' (to try new things) and a positive consequence 'itu bisa menyenangkan' (it can be fun).
This sentence illustrates courage despite fear. 'Meskipun' (although) introduces the feeling of fear 'dia merasa takut' (she/he felt afraid), contrasted with the action 'dia tetap memberanikan diri maju' (she/he still dared to go forward).
Meskipun badai semakin mengganas, dia tidak menunjukkan sedikit pun rasa ___.
Dalam konteks badai yang mengganas, 'takut' adalah emosi yang paling sesuai untuk digambarkan tidak ditunjukkan.
Keputusan untuk menghadapi tantangan itu diambil tanpa sedikit pun keraguan atau ___.
Kalimat ini menyatakan tidak adanya keraguan atau rasa 'takut' dalam menghadapi tantangan.
Dia merasa sangat ___ saat mengetahui rahasia kelam itu akan terungkap.
Pengungkapan rahasia kelam biasanya menimbulkan rasa 'takut' atau khawatir.
Anak kecil itu selalu bersembunyi di balik ibunya jika ada orang asing, menunjukkan rasa ___ yang mendalam.
Bersembunyi dari orang asing adalah tanda 'takut' pada anak kecil.
Masyarakat dilanda ___ setelah mendengar berita tentang wabah penyakit misterius itu.
Berita wabah penyakit misterius akan menimbulkan rasa 'takut' di masyarakat.
Meskipun ancaman itu nyata, dia tidak membiarkan rasa ___ menguasai dirinya.
Dalam situasi ancaman yang nyata, seseorang harus mengendalikan rasa 'takut'.
Ceritakan pengalaman Anda yang paling menakutkan dan bagaimana Anda menghadapinya. Gunakan 'takut' dan variasinya setidaknya tiga kali.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Pengalaman paling menakutkan saya adalah ketika tersesat di hutan saat hiking. Saya merasa sangat takut sendirian di tengah kegelapan. Untuk mengatasi ketakutan itu, saya mencoba tetap tenang, mengingat pelajaran survival, dan akhirnya menemukan jalan pulang. Itu adalah pengalaman yang menakutkan namun mengajarkan banyak hal.
Bayangkan Anda adalah seorang jurnalis yang meliput suatu peristiwa bencana alam. Deskripsikan perasaan takut yang mungkin dialami oleh para korban dan bagaimana mereka menunjukkannya. Sertakan aspek psikologis dari rasa takut.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Saat meliput gempa bumi, terlihat jelas ketakutan di mata para korban. Mereka menunjukkan kepanikan dan kecemasan yang mendalam, beberapa bahkan mengalami trauma. Rasa takut yang membekas ini seringkali berdampak jangka panjang pada psikologis mereka, memicu kekhawatiran berlebihan akan bencana susulan.
Diskusikan bagaimana budaya atau lingkungan sosial dapat memengaruhi cara seseorang mengekspresikan atau menyembunyikan rasa takut. Berikan contoh spesifik.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Dalam beberapa budaya, ada tekanan untuk tidak menunjukkan rasa takut secara terbuka, terutama bagi pria, dianggap sebagai tanda kelemahan. Ini bisa menyebabkan seseorang menyembunyikan ketakutannya meskipun merasa sangat cemas. Sebaliknya, di lingkungan lain, mengekspresikan rasa takut mungkin dianggap wajar dan mendapatkan dukungan sosial.
Menurut paragraf, apa yang sering menjadi dasar dari rasa takut terhadap perubahan?
Read this passage:
Banyak orang merasa takut terhadap perubahan, terutama jika perubahan itu melibatkan sesuatu yang tidak diketahui. Ketakutan ini seringkali didasari oleh ketidakpastian dan potensi risiko. Namun, menolak perubahan justru dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan, baik secara individu maupun organisasi. Penting untuk mengelola rasa takut ini dengan memahami bahwa perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan.
Menurut paragraf, apa yang sering menjadi dasar dari rasa takut terhadap perubahan?
Paragraf tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa ketakutan ini 'seringkali didasari oleh ketidakpastian dan potensi risiko'.
Paragraf tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa ketakutan ini 'seringkali didasari oleh ketidakpastian dan potensi risiko'.
Apa dampak negatif utama dari 'FOMO' yang disebutkan dalam teks?
Read this passage:
Fenomena 'FOMO' atau Fear Of Missing Out adalah salah satu bentuk ketakutan modern yang banyak dialami, terutama di era digital. Ketakutan ini muncul karena seseorang merasa cemas akan kehilangan pengalaman berharga yang mungkin dinikmati orang lain. Akibatnya, mereka sering merasa perlu untuk terus terhubung dan memantau aktivitas orang lain di media sosial, yang ironisnya dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.
Apa dampak negatif utama dari 'FOMO' yang disebutkan dalam teks?
Teks menyebutkan bahwa FOMO 'ironisnya dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan'.
Teks menyebutkan bahwa FOMO 'ironisnya dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan'.
Apa perbedaan mendasar antara fobia dan rasa takut biasa menurut teks?
Read this passage:
Dalam konteks psikologi, fobia adalah jenis ketakutan irasional yang sangat kuat terhadap objek atau situasi tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Berbeda dengan rasa takut biasa yang responsif terhadap ancaman nyata, fobia seringkali membatasi aktivitas individu dan dapat menyebabkan serangan panik. Penanganannya seringkali melibatkan terapi kognitif perilaku untuk mengubah pola pikir dan reaksi terhadap pemicu fobia.
Apa perbedaan mendasar antara fobia dan rasa takut biasa menurut teks?
Teks secara jelas menyatakan: 'Berbeda dengan rasa takut biasa yang responsif terhadap ancaman nyata, fobia seringkali membatasi aktivitas individu...'.
Teks secara jelas menyatakan: 'Berbeda dengan rasa takut biasa yang responsif terhadap ancaman nyata, fobia seringkali membatasi aktivitas individu...'.
Pilihlah kalimat yang paling tepat menggunakan kata 'takut' dalam konteks yang mendalam.
Pilihan ini menggambarkan rasa takut yang kompleks dan abstrak, sesuai dengan tingkat C2, bukan ketakutan fisik atau langsung.
Dalam situasi di mana seseorang menghadapi dilema moral yang berat, mana ungkapan yang paling tepat menggambarkan rasa 'takut' mereka?
Rasa takut akan konsekuensi dari dilema moral adalah konsep abstrak dan mendalam, cocok untuk tingkat C2.
Manakah dari pilihan berikut yang paling tepat menggunakan 'takut' untuk menggambarkan kekhawatiran eksistensial?
Kekhawatiran eksistensial adalah topik yang sangat abstrak dan filosofis, menuntut pemahaman mendalam tentang 'takut' di tingkat C2.
Rasa 'takut' selalu merupakan emosi yang negatif dan merugikan.
Tidak selalu. Rasa takut juga bisa berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang penting untuk keselamatan dan kelangsungan hidup.
Seseorang yang mengatakan 'Saya tidak takut mati' secara implisit menunjukkan keberanian yang tidak pernah memiliki rasa takut sama sekali.
Pernyataan tersebut lebih sering menunjukkan keberanian dalam menghadapi rasa takut atau telah menerima realitas, bukan berarti mereka sepenuhnya bebas dari rasa takut. Ini adalah nuansa yang kompleks di tingkat C2.
Dalam konteks filsafat eksistensial, 'takut' bisa merujuk pada kecemasan yang lebih dalam tentang kebebasan dan tanggung jawab individu.
Betul. Di tingkat C2, 'takut' dapat melampaui ketakutan fisik dan merujuk pada konsep-konsep filosofis yang kompleks.
Analyze the psychological impact of pervasive societal fear (ketakutan yang meresap dalam masyarakat) on individual autonomy and collective action. Discuss how this phenomenon manifests in modern contexts and propose strategies for fostering resilience.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Ketakutan yang meresap dalam masyarakat memiliki dampak psikologis yang mendalam terhadap otonomi individu, sering kali mengarah pada konformitas dan penghambatan ekspresi diri. Secara kolektif, hal ini dapat melumpuhkan aksi sosial dan politik, menghambat perubahan yang berarti. Dalam konteks modern, kita melihat ini termanifestasi melalui polarisasi media, penyebaran disinformasi, dan erosi kepercayaan institusional. Untuk mendorong ketahanan, penting untuk mengembangkan literasi kritis, mempromosikan dialog terbuka, dan membangun jaringan dukungan komunitas yang kuat yang dapat melawan narasi ketakutan dan memberdayakan individu untuk bertindak.
Evaluate the role of 'takut' (fear) as a rhetorical device in political discourse. How is fear strategically employed to manipulate public opinion and achieve specific policy outcomes? Provide examples from contemporary political landscapes.
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Dalam wacana politik, 'takut' adalah perangkat retorika yang sangat ampuh. Politisi secara strategis menggunakan ketakutan untuk memanipulasi opini publik dengan menciptakan narasi ancaman, baik yang nyata maupun yang dipersepsikan, untuk membenarkan kebijakan atau menggalang dukungan. Misalnya, ketakutan akan imigrasi sering digunakan untuk membenarkan kebijakan perbatasan yang lebih ketat, atau ketakutan akan terorisme untuk memperluas pengawasan pemerintah. Penggunaan taktik ini bertujuan untuk memicu respons emosional yang mengesampingkan pertimbangan rasional, sehingga memudahkan pencapaian hasil kebijakan tertentu yang mungkin tidak didukung tanpa adanya pemicu ketakutan tersebut.
Discuss the philosophical implications of existential fear (ketakutan eksistensial) on human perception of mortality and purpose. How do different philosophical traditions address or reconcile with this fundamental human experience?
Well written! Good try! Check the sample answer below.
Sample answer
Ketakutan eksistensial, sebagai kekhawatiran mendalam tentang mortalitas dan ketiadaan, memiliki implikasi filosofis yang signifikan terhadap persepsi manusia akan tujuan hidup. Berbagai tradisi filosofis menanggapi pengalaman mendasar ini dengan cara yang berbeda. Eksistensialisme, misalnya, menekankan bahwa kesadaran akan kematian memaksa individu untuk menciptakan makna mereka sendiri dalam dunia yang absurd. Stoikisme mendorong penerimaan takdir dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. Melalui eksplorasi ini, filosofi berusaha merekonsiliasi manusia dengan ketakutan bawaan mereka terhadap ketiadaan, mengubahnya dari sumber kecemasan menjadi katalisator untuk refleksi mendalam dan pencarian makna.
Menurut paragraf, mengapa banyak pihak merasa takut terhadap perkembangan AI?
Read this passage:
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah memicu kekhawatiran etis yang mendalam, terutama terkait potensi hilangnya pekerjaan, bias algoritma, dan pengawasan massal. Banyak pihak merasa takut bahwa kemajuan AI yang pesat dapat mengarah pada perubahan sosial yang drastis tanpa persiapan yang memadai. Diskusi tentang regulasi AI menjadi semakin mendesak untuk menanggulangi 'takut' ini dan memastikan pengembangan teknologi yang bertanggung jawab.
Menurut paragraf, mengapa banyak pihak merasa takut terhadap perkembangan AI?
Paragraf tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa kekhawatiran etis meliputi potensi hilangnya pekerjaan, bias algoritma, dan pengawasan massal sebagai alasan 'takut' terhadap AI.
Paragraf tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa kekhawatiran etis meliputi potensi hilangnya pekerjaan, bias algoritma, dan pengawasan massal sebagai alasan 'takut' terhadap AI.
Bagaimana ketakutan terhadap krisis iklim dapat mempengaruhi tindakan manusia, menurut teks?
Read this passage:
Dalam konteks krisis iklim global, ketakutan akan masa depan bumi dan keberlangsungan hidup manusia telah mendorong aktivisme lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gerakan-gerakan ini, meskipun seringkali menghadapi resistensi, menunjukkan bagaimana 'takut' dapat menjadi katalisator bagi perubahan sosial yang signifikan. Namun, ada juga risiko bahwa ketakutan yang berlebihan dapat menyebabkan keputusasaan atau penolakan, menghambat tindakan yang efektif.
Bagaimana ketakutan terhadap krisis iklim dapat mempengaruhi tindakan manusia, menurut teks?
Teks menyatakan bahwa ketakutan dapat mendorong aktivisme tetapi juga ada risiko ketakutan yang berlebihan dapat menyebabkan keputusasaan atau penolakan.
Teks menyatakan bahwa ketakutan dapat mendorong aktivisme tetapi juga ada risiko ketakutan yang berlebihan dapat menyebabkan keputusasaan atau penolakan.
Menurut teks, apa peran evolusioner dari 'takut'?
Read this passage:
Psikologi menjelaskan 'takut' sebagai respons emosional terhadap ancaman yang dirasakan. Respons ini, meskipun primitif, memiliki peran evolusioner penting dalam kelangsungan hidup. Namun, ketika ketakutan menjadi kronis atau tidak proporsional, ia dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti fobia atau gangguan kecemasan. Pemahaman mendalam tentang mekanisme 'takut' adalah kunci untuk mengembangkan intervensi terapeutik yang efektif.
Menurut teks, apa peran evolusioner dari 'takut'?
Teks menyatakan, 'Respons ini, meskipun primitif, memiliki peran evolusioner penting dalam kelangsungan hidup.'
Teks menyatakan, 'Respons ini, meskipun primitif, memiliki peran evolusioner penting dalam kelangsungan hidup.'
/ 42 correct
Perfect score!
Summary
Takut is the Indonesian word for 'afraid' or 'scared', used to express fear or apprehension.
- Feeling scared or afraid.
- Commonly used to express fear.
- Can refer to being afraid of things, situations, or people.