C1 Discourse & Pragmatics 1 min read 어려움

Grammar Rule in 30 Seconds

Rhetorical tools (Majas) use non-literal language to create emphasis, beauty, or persuasion in Indonesian discourse.

  • Use 'bagaikan' or 'seperti' for explicit comparisons (Simile) like 'Wajahnya seperti rembulan'.
  • Apply 'Hiperbola' to exaggerate for emotional impact, such as 'Suaranya menggelegar membelah angkasa'.
  • Employ 'Litotes' to express modesty by downplaying reality, e.g., 'Mampirlah ke gubuk kami'.
Literal Meaning + 🎨 Creative Twist = ✨ Majas (Rhetorical Tool)

Meanings

Rhetorical tools, known as 'Majas' in Indonesian, are stylistic devices used to convey meanings beyond the literal definition of words to evoke specific emotions or emphasize points.

1

Majas Perbandingan (Comparison)

Comparing two things to highlight a shared quality, including Simile, Metaphor, and Personification.

“Dewi malam mulai menampakkan sinarnya.”

“Hatinya sekeras batu karang.”

2

Majas Pertentangan (Opposition)

Using contradictory terms or exaggeration to emphasize a point, including Hyperbole and Litotes.

“Cita-citanya setinggi langit.”

“Terimalah pemberian yang tidak seberapa ini.”

3

Majas Sindiran (Irony/Satire)

Using words to convey the opposite of their literal meaning, often for humor or criticism.

“Rajin sekali kamu, jam sebelas baru bangun.”

“Bagus benar tulisanmu, sampai tidak bisa dibaca.”

4

Majas Penegasan (Emphasis)

Repeating words or using specific structures to reinforce a message.

“Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti.”

“Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri.”

Structure of Common Majas

Majas Type Key Marker/Structure Example Pattern Function
Simile (Asosiasi) seperti, bagaikan, bak [A] + marker + [B] Explicit comparison
Metaphor Direct identification [A] adalah [B] Implicit comparison
Personification Human verb + Object [Object] + [Human Verb] Giving life to objects
Hyperbole Extreme Adjectives [A] + [Extreme Verb/Adj] Exaggeration
Litotes Understatement Negative + [Positive Adj] Modesty/Humility
Irony Positive + Contradiction [Positive Statement] + [Reality] Subtle criticism
Rhetorical Question Question form Apa/Mengapa + [Obvious Truth] Persuasion

Reference Table

Reference table for Rhetorical Tools
Form Structure Example
Affirmative Metaphor Subject + Verb/Noun (Figurative) Dia adalah tulang punggung keluarga.
Negative Litotes Bukan/Tidak + High Quality Hasil karya saya ini tidaklah seberapa.
Rhetorical Question Question Word + Statement Siapa yang tidak ingin bahagia?
Personification Inanimate Subject + Human Action Ombak berkejar-kejaran di pantai.
Hyperbole Subject + Verb (Impossible Scale) Tangisannya membanjiri seluruh desa.
Irony Praise + Negative Context Harum sekali badanmu, belum mandi ya?
Simile Subject + 'seperti' + Comparison Wajahnya pucat seperti mayat.
Repetition Repeated Word/Phrase Cinta itu sabar, cinta itu murah hati.

격식 수준 스펙트럼

격식체
Beliau adalah cendekiawan yang sangat brilian.

Beliau adalah cendekiawan yang sangat brilian. (Describing intelligence)

중립
Dia sangat cerdas dan berwawasan luas.

Dia sangat cerdas dan berwawasan luas. (Describing intelligence)

비격식체
Otaknya encer banget.

Otaknya encer banget. (Describing intelligence)

속어
Gila, jenius parah dia!

Gila, jenius parah dia! (Describing intelligence)

Classification of Indonesian Majas

Majas

Perbandingan (Comparison)

  • Personifikasi Personification
  • Metafora Metaphor
  • Asosiasi Simile

Pertentangan (Opposition)

  • Hiperbola Hyperbole
  • Litotes Litotes
  • Paradoks Paradox

Sindiran (Satire)

  • Ironi Irony
  • Sarkasme Sarcasm
  • Sinisme Cynicism

Irony vs. Sarcasm vs. Cynicism

Ironi
Halus Subtle/Refined
Sinisme
Tajam Sharp/Blunt
Sarkasme
Kasar Coarse/Hurting

Choosing the Right Majas for Modesty

1

Did someone praise you?

YES
Use Litotes
NO
Continue
2

Is the setting formal?

YES
Use refined Metaphors
NO
Use Hyperbole for fun

Common Metaphorical Symbols

🌿

Nature

  • Akar permasalahan
  • Pucuk pimpinan
  • Bunga desa
👁️

Body Parts

  • Mata hati
  • Buah hati
  • Tangan kanan
🐯

Animals

  • Kambing hitam
  • Kutu buku
  • Buaya darat

Examples by Level

1

Dia cantik seperti bunga.

She is beautiful like a flower.

2

Rumah ini sangat besar.

This house is very big.

3

Lari dia cepat sekali.

He runs very fast.

4

Suaranya merdu.

Her voice is melodious.

1

Suaranya seperti guntur.

His voice is like thunder.

2

Saya lapar sekali, bisa makan gajah.

I'm so hungry, I could eat an elephant.

3

Wajahnya merah seperti tomat.

His face is red like a tomato.

4

Dia bekerja seperti kuda.

He works like a horse.

1

Angin malam membisikkan namamu.

The night wind whispers your name.

2

Silakan mampir ke gubuk saya yang sederhana.

Please stop by my humble shack.

3

Hatinya hancur berkeping-keping.

His heart is broken into pieces.

4

Pena itu menari di atas kertas.

The pen dances on the paper.

1

Rajin sekali kamu, matahari sudah tinggi baru bangun.

How diligent of you, waking up when the sun is already high.

2

Cita-citanya setinggi langit biru.

His dreams are as high as the blue sky.

3

Perpustakaan adalah jendela dunia.

The library is the window to the world.

4

Waktu adalah uang.

Time is money.

1

Suaranya menggelegar membelah angkasa.

His voice thundered, splitting the sky.

2

Dewi malam mulai menampakkan sinarnya yang pucat.

The goddess of the night (the moon) began to show her pale light.

3

Apakah kita akan terus membiarkan ketidakadilan ini merajalela?

Will we continue to let this injustice run rampant?

4

Bagus sekali nilaimu, sampai-sampai orang tuamu dipanggil guru.

Your grades are so good that your parents were called by the teacher.

1

Ia hanyalah sebutir pasir di tengah luasnya samudra kehidupan.

He is but a grain of sand in the midst of the vast ocean of life.

2

Sang Raja Siang telah kembali ke peraduannya.

The King of Day (the sun) has returned to his resting place.

3

Jeritannya memecahkan kesunyian malam yang mencekam.

Her scream shattered the gripping silence of the night.

4

Politik adalah panggung sandiwara di mana semua orang memakai topeng.

Politics is a theater stage where everyone wears a mask.

Easily Confused

Rhetorical Tools Ironi vs Sarkasme

Learners often think they are the same, but Sarkasme is intended to hurt, while Ironi is a stylistic reversal of meaning.

Rhetorical Tools Metafora vs Simile

Learners forget to use 'seperti' for Similes or accidentally add it to Metaphors.

Rhetorical Tools Litotes vs Falsehood

Learners might use Litotes in a way that sounds like they are lying about their achievements.

자주 하는 실수

Dia sangat tinggi seperti pohon.

Dia tinggi seperti pohon.

Using 'sangat' with 'seperti' is redundant in a simple simile.

Saya makan banyak gajah.

Saya lapar sekali, bisa makan gajah.

Hyperbole needs context to not sound literal.

Dia bunga.

Dia cantik seperti bunga.

A1 learners often miss the comparative marker.

Mobil itu lari.

Mobil itu melaju cepat.

At A1, stick to literal verbs; 'lari' for a car is too advanced.

Wajahnya bulan.

Wajahnya bagaikan bulan.

Missing the 'bagaikan' makes the sentence confusing at this level.

Saya punya gubuk besar.

Ini gubuk saya (pointing to a house).

Litotes shouldn't use contradictory adjectives like 'besar'.

Kamu pintar sekali (to a smart person).

Kamu pintar sekali (literal).

A2 learners often use irony intonation for literal praise.

Buku itu bicara.

Buku itu memberikan informasi.

Personification 'bicara' is often misused for 'inform'.

Matahari tertawa.

Matahari tersenyum.

In Indonesian, 'tersenyum' is the standard personification for the sun, not 'tertawa'.

Saya tidak punya uang (when rich).

Saya hanya punya sedikit simpanan.

Litotes should be an understatement, not a flat-out lie.

Suaranya memecahkan telinga.

Suaranya memekakkan telinga.

Collocation error in hyperbole.

Dia adalah anjing (as a metaphor for loyalty).

Dia sangat setia.

Metaphors are culturally sensitive; 'anjing' is an insult in Indonesia.

Sarkasme used with a boss.

Ironi or direct polite speech.

Sarcasm is too aggressive for Indonesian workplace hierarchy.

Using 'seperti' in a high-level academic metaphor.

Direct metaphor without 'seperti'.

Similes can feel 'childish' in advanced academic writing.

Overusing 'Hiperbola' in news reporting.

Neutral language with 'Majas Penegasan'.

Journalistic integrity requires restraint.

Confusing 'Sinisme' with 'Ironi'.

Use Sinisme for doubt, Ironi for opposite meaning.

Sinisme is about questioning motives, Ironi is about word play.

Sentence Patterns

Wajahnya ___ rembulan di malam hari.

Suaranya ___ membelah angkasa.

Terimalah ___ yang tidak seberapa ini.

___ yang tidak ingin hidup bahagia?

Real World Usage

Job Interview common

Saya akan memberikan kontribusi terbaik, jiwa dan raga.

Social Media (Instagram) constant

Pemandangannya cantik banget, bikin mata gak mau kedip!

Political Speech very common

Apakah kita akan membiarkan korupsi memakan masa depan anak cucu kita?

Wedding Toast occasional

Semoga cinta kalian abadi laksana bintang di langit.

Texting Friends very common

Lama bener balesnya, nunggu lebaran monyet ya?

Academic Essay common

Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.

🎯

The Modesty Rule

Always use Litotes when someone praises you. Even a simple 'Ah, belum seberapa' (It's nothing yet) goes a long way in building rapport.
⚠️

Sarcasm Danger

Avoid using Sarcasm (Sarkasme) with people older than you or in higher positions. It is seen as very rude and 'tidak sopan'.
💡

Nature Metaphors

When in doubt, use nature-based metaphors (moon, stars, storms, flowers). They are universally understood and very common in Indonesian.
💬

Indirect Criticism

Use Irony to criticize friends gently. It's better to say 'Wah, rajin sekali' to a late friend than to say 'You are late'.

Smart Tips

Don't just say 'Terima kasih'. Use a Litotes like 'Ah, ini hanya keberuntungan saja'.

Terima kasih, saya memang pintar. Ah, saya masih harus banyak belajar lagi.

Replace simple verbs with Personification to make the scene come alive.

Matahari terbenam di balik gunung. Sang surya perlahan kembali ke peraduannya di balik gunung.

Immediately look for the two things being compared; it's always a Simile.

Dia cantik. Dia cantik bagaikan bidadari.

Use a Rhetorical Question to lock in your audience's agreement.

Kita harus menjaga lingkungan. Bukankah kita semua ingin mewariskan bumi yang hijau bagi anak cucu kita?

발음

Ra-jin se-ka-li... (high-low-mid)

Irony Intonation

In Irony, the first part of the sentence is often slightly higher in pitch and elongated to signal that it's not literal.

Mem-BAN-ji-ri

Hyperbole Stress

The exaggerated word (e.g., 'membanjiri') receives a strong dynamic stress.

Rising-Falling for Rhetorical Questions

Apa kita mau miskin terus? ↑↓

Conveys that the answer is obviously 'no'.

Memorize It

Mnemonic

Remember 'PHILS' for the big five: Personifikasi, Hiperbola, Ironi, Litotes, Simile.

Visual Association

Imagine a pen with legs dancing on paper for Personification, and a person trying to touch the sky for Hyperbole.

Rhyme

Bagaikan dan seperti itu Simile, kalau benda jadi orang itu Personifikasi.

Story

A king (Raja Siang/Sun) woke up and saw a pen dancing (Personification). He felt so happy he could eat a mountain (Hyperbole), but when guests arrived, he called his palace a shack (Litotes).

Word Web

MajasGaya BahasaKiasanSastraRetorikaIndahMakna

챌린지

Write three sentences about your morning using one Hyperbole, one Personification, and one Litotes.

문화 노트

Indonesian rhetoric is heavily influenced by Javanese 'Unggah-ungguh' (etiquette), favoring Litotes to maintain social harmony.

Rhetoric in North Sumatra can be more direct and use powerful metaphors related to nature and family structure.

Sarcasm and Hyperbole are extremely common in 'Bahasa Gaul' to show intimacy or frustration.

Indonesian rhetorical tools (Majas) are derived from a mix of Sanskrit poetic traditions, Arabic 'Balagha' (rhetoric), and indigenous Malay oral traditions (Pantun).

Conversation Starters

Bagaimana pendapatmu tentang kemacetan di Jakarta?

Ceritakan tentang rumah impianmu.

Apa pendapatmu tentang politisi yang sering berjanji manis?

Jika kamu bisa menjadi benda mati, kamu ingin menjadi apa?

Journal Prompts

Tuliskan deskripsi tentang pasar tradisional menggunakan minimal 3 Personifikasi.
Tuliskan sebuah surat protes kepada perusahaan listrik karena mati lampu, gunakan Ironi.
Tuliskan esai singkat tentang pentingnya pendidikan dengan menggunakan Metafora 'Jendela Dunia'.
Gambarkan perasaanmu saat jatuh cinta menggunakan Hiperbola yang ekstrem.

Test Yourself

Manakah kalimat di bawah ini yang merupakan contoh Majas Litotes? 객관식

Pilih jawaban yang paling tepat:

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: b
Litotes adalah majas yang merendahkan diri untuk tujuan kesopanan, seperti menyebut rumah sebagai 'gubuk'.
Lengkapilah kalimat simile di bawah ini.

Persahabatan mereka sangat erat, ___ prangko dan amplop.

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Simile menggunakan kata pembanding seperti 'seperti', 'bagaikan', atau 'bak'.
Identifikasi kesalahan penggunaan majas dalam konteks formal. Error Correction

Find and fix the mistake:

Kalimat: 'Laporan keuangan ini sangat hancur lebur sampai saya mau mati melihatnya.'

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Dalam konteks formal/profesional, hiperbola yang terlalu ekstrem dan emosional harus dihindari.
Pasangkan majas dengan definisinya. Match Pairs

Match each item on the left with its pair on the right:

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Personifikasi menghidupkan benda mati, Hiperbola melebih-lebihkan, Ironi menyatakan lawan kata.
Buatlah kalimat personifikasi menggunakan kata 'Angin'. Sentence Building

Angin + (kata kerja manusia) + di pantai.

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: b
'Berbisik' adalah tindakan manusia, sehingga menjadikannya personifikasi.
Apakah kalimat berikut merupakan Pertanyaan Retoris? True False Rule

'Apakah kita ingin anak-anak kita menderita karena polusi?'

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Ini adalah pertanyaan retoris karena jawabannya sudah jelas (tidak) dan tujuannya untuk menegaskan poin.
Lengkapi dialog dengan majas yang tepat. Dialogue Completion

A: 'Bagaimana masakan istriku?' B: 'Wah, ___ , sampai-sampai aku ingin nambah tiga piring lagi!'

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: c
'Lezatnya tiada tara' adalah hiperbola yang cocok untuk memberikan pujian tinggi dalam konteks sosial.
Klasifikasikan: 'Raja Siang' dan 'Kutu Buku'. Grammar Sorting

Kedua istilah ini termasuk dalam jenis majas apa?

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Keduanya adalah metafora karena menggantikan makna asli dengan perbandingan langsung tanpa kata hubung.

Score: /8

연습 문제

8 exercises
Manakah kalimat di bawah ini yang merupakan contoh Majas Litotes? 객관식

Pilih jawaban yang paling tepat:

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: b
Litotes adalah majas yang merendahkan diri untuk tujuan kesopanan, seperti menyebut rumah sebagai 'gubuk'.
Lengkapilah kalimat simile di bawah ini.

Persahabatan mereka sangat erat, ___ prangko dan amplop.

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Simile menggunakan kata pembanding seperti 'seperti', 'bagaikan', atau 'bak'.
Identifikasi kesalahan penggunaan majas dalam konteks formal. Error Correction

Find and fix the mistake:

Kalimat: 'Laporan keuangan ini sangat hancur lebur sampai saya mau mati melihatnya.'

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Dalam konteks formal/profesional, hiperbola yang terlalu ekstrem dan emosional harus dihindari.
Pasangkan majas dengan definisinya. Match Pairs

1. Personifikasi, 2. Hiperbola, 3. Ironi

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Personifikasi menghidupkan benda mati, Hiperbola melebih-lebihkan, Ironi menyatakan lawan kata.
Buatlah kalimat personifikasi menggunakan kata 'Angin'. Sentence Building

Angin + (kata kerja manusia) + di pantai.

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: b
'Berbisik' adalah tindakan manusia, sehingga menjadikannya personifikasi.
Apakah kalimat berikut merupakan Pertanyaan Retoris? True False Rule

'Apakah kita ingin anak-anak kita menderita karena polusi?'

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Ini adalah pertanyaan retoris karena jawabannya sudah jelas (tidak) dan tujuannya untuk menegaskan poin.
Lengkapi dialog dengan majas yang tepat. Dialogue Completion

A: 'Bagaimana masakan istriku?' B: 'Wah, ___ , sampai-sampai aku ingin nambah tiga piring lagi!'

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: c
'Lezatnya tiada tara' adalah hiperbola yang cocok untuk memberikan pujian tinggi dalam konteks sosial.
Klasifikasikan: 'Raja Siang' dan 'Kutu Buku'. Grammar Sorting

Kedua istilah ini termasuk dalam jenis majas apa?

✓ Correct! ✗ Not quite. Correct answer: a
Keduanya adalah metafora karena menggantikan makna asli dengan perbandingan langsung tanpa kata hubung.

Score: /8

자주 묻는 질문 (8)

Majas adalah gaya bahasa kreatif yang fleksibel (misal: 'Hatinya membeku'), sedangkan Peribahasa adalah ungkapan tetap yang mengandung nasihat (misal: 'Besar pasak daripada tiang').

Gunakan `Litotes` saat Anda menerima pujian atau saat mengundang orang ke rumah Anda untuk menunjukkan kerendahan hati.

Ya, dalam budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kesopanan, `Sarkasme` sering dianggap terlalu tajam. Gunakan `Ironi` yang lebih halus jika memungkinkan.

Majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati atau makhluk selain manusia, seperti 'Ombak berkejar-kejaran'.

Gunakan kata pembanding seperti `seperti`, `bagaikan`, `bak`, `laksana`, atau `umpama` di antara dua hal yang dibandingkan.

Karena tujuannya bukan untuk bertanya, melainkan untuk menggugah emosi pendengar dan menegaskan kebenaran yang sudah jelas.

Ya, itu adalah `Metafora`. Artinya orang yang disalahkan atas kesalahan orang lain.

Sangat tidak disarankan. Tulisan ilmiah harus objektif dan faktual, sedangkan `Hiperbola` bersifat subjektif dan berlebihan.

In Other Languages

Spanish high

Figuras retóricas

Indonesian litotes is culturally mandatory for humility, whereas in Spanish it is a stylistic choice.

French moderate

Figures de style

French focuses on logical clarity; Indonesian focuses on social harmony (halus).

German moderate

Rhetorische Stilmittel

German irony is often drier and more direct than Indonesian irony.

Japanese high

比喩 (Hiyu)

Japanese uses specific grammatical particles for modesty; Indonesian uses specific rhetorical nouns (like 'gubuk').

Arabic very_high

البلاغة (Al-Balagha)

Arabic rhetoric is more focused on the rhythmic and phonetic beauty of the words themselves.

Chinese moderate

修辞 (Xiūcí)

Chinese rhetoric is heavily reliant on historical allusions; Indonesian is more descriptive.

Was this helpful?
아직 댓글이 없습니다. 첫 번째로 생각을 공유하세요!