A1 adjective غیر رسمی 2 دقیقه مطالعه

capek

/t͡ʃapeʔ/

Use 'capek' to express tiredness in casual conversations with friends and family.

واژه در 30 ثانیه

  • Informal Indonesian word for tired or exhausted.
  • Commonly used in daily speech instead of the formal 'lelah'.
  • Applicable to both physical exertion and mental frustration.

Overview

Kata 'capek' adalah salah satu kata yang paling sering didengar dalam percakapan sehari-hari di Indonesia. Secara teknis, 'capek' merupakan bentuk tidak baku dari kata 'capai'. Meskipun demikian, dalam konteks komunikasi lisan, 'capek' jauh lebih dominan digunakan daripada bentuk bakunya. Kata ini masuk dalam kategori tingkat dasar (A1) karena fungsinya yang sangat vital untuk mengekspresikan kondisi fisik dan mental seseorang kepada orang lain.

Usage Patterns

Dalam struktur kalimat, 'capek' biasanya mengikuti subjek secara langsung tanpa memerlukan kata kerja bantu, contohnya 'Saya capek'. Untuk memberikan penekanan, penutur sering menambahkan kata 'banget' di belakangnya ('capek banget') atau 'sangat' di depannya ('sangat capek'). Terdapat juga bentuk 'kecapean' yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi di mana seseorang jatuh sakit atau sangat lemas akibat kelelahan yang melampaui batas normal.

Common Contexts

Kata ini fleksibel digunakan dalam berbagai situasi. Secara fisik, 'capek' digunakan setelah melakukan aktivitas berat seperti mendaki gunung, bekerja di kantor, atau membersihkan rumah. Secara mental, kata ini digunakan untuk menggambarkan kejenuhan, misalnya 'capek belajar'. Ada juga penggunaan idiomatis yang populer di budaya pop Indonesia, yaitu 'capek deh!', yang digunakan untuk mengekspresikan rasa frustrasi, ketidakpercayaan, atau kelelahan mental terhadap tingkah laku seseorang yang dianggap konyol atau menjengkelkan.

Similar Words Comparison

Penting untuk membedakan 'capek' dengan sinonimnya. 'Lelah' adalah padanan yang lebih sopan dan formal; jika Anda berbicara dengan atasan atau menulis surat resmi, 'lelah' adalah pilihan yang lebih aman. 'Letih' merujuk pada kelelahan yang sangat hebat hingga menguras tenaga sepenuhnya. Sementara itu, 'penat' lebih sering merujuk pada kelelahan mental atau ketegangan pada otot tertentu (seperti leher atau mata). Memahami perbedaan tipis ini akan membantu pembelajar bahasa Indonesia terdengar lebih natural.

مثال‌ها

1

Aduh, aku capek banget hari ini.

everyday

Oh, I'm so tired today.

2

Para pekerja merasa lelah setelah lembur.

formal

The workers feel tired after overtime.

3

Capek deh kalau begini terus!

informal

I'm so done if it's always like this!

4

Kelelahan fisik dapat mempengaruhi produktivitas.

academic

Physical exhaustion can affect productivity.

ترکیب‌های رایج

capek banget very tired
capek hati mentally exhausted / heartbroken
capek fisik physically tired

عبارات رایج

capek deh

Oh my god / I'm so done

lagi capek

currently tired

bikin capek

tiring / makes one tired

اغلب اشتباه گرفته می‌شود با

capek vs capai

In Indonesian, 'capai' can mean 'tired' (formal) or 'to achieve' (verb). 'Capek' only means 'tired'.

capek vs lelah

'Lelah' is the formal version of 'capek'. Use 'lelah' in speeches and 'capek' in the street.

الگوهای دستوری

[Subjek] + capek [Subjek] + lagi + capek Capek + karena + [Alasan]

How to Use It

نکات کاربردی

The word 'capek' is strictly informal or neutral. In a business meeting or when speaking to someone of much higher status, 'lelah' is preferred. However, using 'lelah' with close friends might sound too poetic or stiff.


اشتباهات رایج

A common mistake is spelling it as 'cape' without the 'k'. While common in texting, 'capek' is the standard informal spelling. Another mistake is using it in formal writing where 'lelah' is required.

Tips

💡

Use 'banget' for extra emphasis

In casual speech, add 'banget' after capek (capek banget) to say you are very tired.

⚠️

Avoid in formal academic writing

Always replace 'capek' with 'lelah' or 'capai' when writing essays or formal reports.

🌍

The 'Capek Deh' expression

Using 'Capek deh!' with a sigh is a very local way to show you are fed up with something.

ریشه کلمه

Derived from the standard Indonesian word 'capai'. The shift from 'ai' to 'e' and adding a glottal 'k' is a common pattern in Jakarta dialect and informal Indonesian.

بافت فرهنگی

In Indonesia, expressing 'capek' is a common way to bond or start a conversation about one's day. It is central to the 'curhat' (venting) culture.

راهنمای حفظ

Think of wearing a heavy 'Cap' all day. By the end of the day, your head feels 'Capek' (tired) and you want to take it off.

سوالات متداول

4 سوال

Keduanya memiliki arti yang sama, namun 'capai' adalah bentuk baku (formal) sedangkan 'capek' adalah bentuk tidak baku (informal).

Ya, capek bisa digunakan untuk kelelahan emosional, seperti frasa 'capek hati' yang berarti lelah secara mental atau perasaan.

Hindari menggunakan kata 'capek' dalam dokumen resmi, karya ilmiah, atau saat berbicara dalam situasi yang sangat formal; gunakan 'lelah' sebagai gantinya.

Ini adalah ekspresi slang yang digunakan untuk menunjukkan rasa gemas, kesal, atau pasrah terhadap sesuatu yang konyol.

خودت رو بسنج

fill blank

Saya baru saja lari 10 kilometer, sekarang saya merasa sangat ___.

درسته! نه دقیقاً. پاسخ صحیح: a

Setelah berlari jauh, kondisi fisik yang paling logis dirasakan adalah lelah atau capek.

multiple choice

Bagaimana cara memberitahu teman bahwa kamu lelah setelah bekerja?

درسته! نه دقیقاً. پاسخ صحیح: b

'Aku capek banget nih' menggunakan kata ganti 'aku' dan kata 'capek' yang sangat cocok untuk situasi informal.

sentence building

karena - capek - Budi - kerja - lembur

درسته! نه دقیقاً. پاسخ صحیح: c

Struktur kalimat yang benar adalah Subjek (Budi) + Predikat/Adj (capek) + Keterangan (karena kerja lembur).

امتیاز: /3

مفید بود؟
هنوز نظری وجود ندارد. اولین نفری باشید که افکار خود را به اشتراک می‌گذارد!