Grammar Rule in 30 Seconds
Use 'lalu', 'kemudian', and 'setelah itu' to link actions in order, just like saying 'then' or 'after that'.
- Use 'lalu' for immediate, quick sequences: Saya makan, lalu tidur (I eat, then sleep).
- Use 'kemudian' for a slightly longer pause or formal transition: Kami rapat, kemudian makan siang.
- Use 'setelah itu' to emphasize the completion of the previous action: Saya mandi, setelah itu saya pergi.
Meanings
These connectors establish a chronological order between two or more clauses or actions.
Immediate Sequence
Indicates an action happening right after another.
“Dia masuk, lalu duduk.”
“Saya beli tiket, lalu masuk bioskop.”
Formal Transition
Indicates a sequence with a slight pause or formal progression.
“Presentasi dimulai, kemudian diikuti tanya jawab.”
“Kami membahas proyek, kemudian kami memutuskan langkah selanjutnya.”
Completion Sequence
Emphasizes that the first action is finished before the next starts.
“Setelah itu, kami pergi ke pasar.”
“Setelah itu, dia menelepon ibunya.”
Sequencing Connectors Usage
| Connector | Register | Usage Context | English Equivalent |
|---|---|---|---|
| lalu | Neutral | Immediate action | then |
| kemudian | Formal | Sequential step | then/subsequently |
| setelah itu | Neutral | Sentence transition | after that |
| selanjutnya | Formal | Process flow | next/furthermore |
| berikutnya | Formal | List/Order | the following |
| sesudahnya | Formal | Time reference | afterwards |
Reference Table
| Form | Structure | Example |
|---|---|---|
| Affirmative | Action 1 + lalu + Action 2 | Saya makan, lalu tidur. |
| Negative | Action 1 + tidak + Action 2 | Saya tidak makan, lalu tidur. |
| Question | Apakah + Action 1 + lalu + Action 2? | Apakah kamu makan, lalu tidur? |
| Formal | Action 1 + kemudian + Action 2 | Kami rapat, kemudian makan. |
| Transition | Action 1. Setelah itu, Action 2. | Saya mandi. Setelah itu, saya pergi. |
| Process | Langkah 1, lalu Langkah 2. | Buka pintu, lalu masuk. |
Espectro de formalidade
Saya makan, kemudian saya tidur. (Daily routine)
Saya makan, lalu saya tidur. (Daily routine)
Makan, terus tidur. (Daily routine)
Makan, abis itu tidur. (Daily routine)
Sequencing Connectors Map
Immediate
- lalu then
Formal
- kemudian subsequently
Transition
- setelah itu after that
Connector Nuance
Decision Flow
Is it immediate?
Connector Usage
Time
- • lalu
- • kemudian
- • setelah itu
Examples by Level
Saya mandi, lalu makan.
I shower, then eat.
Dia beli buku, lalu pulang.
He buys a book, then goes home.
Kami main, lalu tidur.
We play, then sleep.
Saya minum, lalu pergi.
I drink, then go.
Saya rapat, kemudian makan siang.
I have a meeting, then lunch.
Dia belajar, setelah itu dia tidur.
He studies, after that he sleeps.
Kami masak, lalu makan bersama.
We cook, then eat together.
Tulis nama, kemudian tanda tangan.
Write your name, then sign.
Proyek ini dimulai, kemudian dilanjutkan dengan riset.
This project starts, then continues with research.
Setelah itu, kami akan membahas anggaran.
After that, we will discuss the budget.
Dia menyelesaikan tugas, lalu mengirimnya.
He finishes the task, then sends it.
Kami berdiskusi, kemudian mencapai kesepakatan.
We discuss, then reach an agreement.
Setelah itu, implementasi sistem akan dilakukan secara bertahap.
After that, system implementation will be done in stages.
Kami mengevaluasi data, kemudian merumuskan strategi.
We evaluate data, then formulate strategy.
Dia memaparkan ide, lalu mendengarkan masukan.
He presents ideas, then listens to feedback.
Setelah itu, seluruh dokumen harus diverifikasi.
After that, all documents must be verified.
Langkah pertama adalah analisis, kemudian diikuti oleh fase eksekusi.
The first step is analysis, then followed by the execution phase.
Setelah itu, narasi berubah menjadi lebih personal.
After that, the narrative becomes more personal.
Dia menguraikan argumen, lalu menyimpulkan dengan tegas.
He outlines arguments, then concludes firmly.
Kemudian, kita harus mempertimbangkan implikasi jangka panjang.
Then, we must consider the long-term implications.
Setelah itu, diskursus publik beralih ke isu-isu yang lebih mendesak.
After that, public discourse shifts to more urgent issues.
Dia merangkai kata, kemudian membiarkan maknanya mengendap.
He strings words, then lets the meaning settle.
Lalu, seolah tersadar, dia pun berbalik arah.
Then, as if realizing, he turned around.
Kemudian, secara sistematis, dia membongkar mitos tersebut.
Then, systematically, he dismantled the myth.
Easily Confused
Learners use 'dan' for sequence.
After vs After that.
Both mean then.
Erros comuns
Saya makan dan tidur.
Saya makan, lalu tidur.
Lalu saya makan.
Saya makan, lalu saya minum.
Saya makan kemudian tidur.
Saya makan, kemudian tidur.
Saya setelah itu makan.
Saya makan, setelah itu saya minum.
Saya pergi dan kemudian makan.
Saya pergi, kemudian makan.
Lalu dia pergi.
Dia pergi, lalu dia pulang.
Saya makan, dan setelah itu saya tidur.
Saya makan, setelah itu saya tidur.
Saya melakukan riset, dan lalu menulis.
Saya melakukan riset, lalu menulis.
Kemudian, saya pergi.
Saya pergi, kemudian saya pulang.
Setelah itu, saya makan, lalu tidur.
Saya makan, setelah itu saya tidur.
Lalu, kemudian, setelah itu, dia pergi.
Dia pergi, lalu dia pulang.
Dia makan, lalu dia tidur, lalu dia bangun.
Dia makan, lalu tidur, kemudian bangun.
Setelah itu, kemudian dia pergi.
Setelah itu, dia pergi.
Dia pergi, lalu kemudian dia makan.
Dia pergi, lalu makan.
Sentence Patterns
Saya ___ , lalu ___ .
___ , kemudian ___ .
Setelah itu, saya ___ .
Langkah pertama adalah ___, kemudian ___ .
Real World Usage
Sampai rumah, lalu tidur.
Saya menganalisis data, kemudian membuat laporan.
Potong bawang, lalu tumis.
Belok kiri, kemudian lurus.
Liburan, lalu kerja lagi.
Pilih menu, lalu bayar.
Keep it simple
Avoid 'dan'
Use 'setelah itu'
Formal vs Informal
Smart Tips
Use 'lalu' for immediate actions.
Use 'kemudian' instead of 'lalu'.
Use 'setelah itu'.
Use 'selanjutnya'.
Pronúncia
Lalu
Pronounced 'lah-loo'. Stress on the second syllable.
Kemudian
Pronounced 'kuh-moo-dee-an'.
Rising-Falling
Saya makan, ↗ lalu ↘ tidur.
Indicates a clear, completed sequence.
Memorize It
Mnemonic
Lalu is for 'Lari' (run) - quick, then, done!
Visual Association
Imagine a train. Each carriage is an action. The connector is the hook linking them together.
Rhyme
Lalu, kemudian, setelah itu, Ordering events is easy to do!
Story
Budi wakes up. He brushes his teeth (lalu) he eats breakfast. (Kemudian) he goes to work. (Setelah itu) he feels happy.
Word Web
Desafio
Write 5 sentences about your morning routine using 'lalu' and 'kemudian'.
Notas culturais
In Jakarta, 'terus' or 'abis itu' is used more often than 'lalu' in daily speech.
In official documents, 'kemudian' is the standard for sequencing.
Speakers might use 'terus' as a filler word.
The word 'lalu' comes from Malay, meaning 'to pass'.
Conversation Starters
Apa yang kamu lakukan setelah bangun pagi?
Bagaimana proses kerja di kantormu?
Apa rencanamu akhir pekan ini?
Ceritakan langkah-langkah memasak nasi goreng.
Journal Prompts
Test Yourself
Saya mandi ___ makan.
Kami rapat, ___ kami makan siang.
Find and fix the mistake:
Saya makan dan tidur.
Arrange the words in the correct order:
All words placed
Click words above to build the sentence
I study, then I sleep.
Answer starts with: Say...
___, kami akan membahas anggaran.
Proyek ini dimulai, ___ dilanjutkan dengan riset.
Find and fix the mistake:
Saya pergi dan kemudian makan.
Score: /8
Exercicios praticos
8 exercisesSaya mandi ___ makan.
Kami rapat, ___ kami makan siang.
Find and fix the mistake:
Saya makan dan tidur.
lalu / tidur / saya / makan
I study, then I sleep.
___, kami akan membahas anggaran.
Proyek ini dimulai, ___ dilanjutkan dengan riset.
Find and fix the mistake:
Saya pergi dan kemudian makan.
Score: /8
Perguntas frequentes (8)
No, 'dan' is for lists. Use 'lalu' or 'kemudian'.
It is neutral/informal. Use 'kemudian' for formal.
No, Indonesian verbs never change.
Usually at the start of a new sentence.
Yes, but it is very informal/slang.
It is more formal, used for processes.
Yes, if it is the same as the first clause.
Use 'setelah itu'.
In Other Languages
luego / después
Spanish verbs conjugate for tense, unlike Indonesian.
puis / ensuite
French requires complex verb conjugation.
dann / danach
German verb-second rule is mandatory.
sorekara / tsugi ni
Japanese particles define the role of nouns.
thumma / ba'da dhalik
Arabic has a complex root-based system.
ranhou
Chinese has no verb conjugation.