The word 'karena' is the essential Indonesian conjunction for linking an effect to its underlying cause.
Wort in 30 Sekunden
- Used to introduce a reason or cause for something.
- Equivalent to the English word 'because'.
- Versatile for both formal and informal Indonesian communication.
Overview
'Karena' adalah salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menunjukkan hubungan kausalitas (sebab-akibat). Kata ini setara dengan kata 'because' dalam bahasa Inggris. 2) Usage Patterns: Secara gramatikal, 'karena' biasanya diikuti oleh klausa (subjek + predikat). Namun, dalam percakapan sehari-hari, seringkali diikuti langsung oleh kata benda atau kata sifat. 'Karena' dapat diletakkan di tengah kalimat untuk menghubungkan dua klausa, atau di awal kalimat untuk memberikan penekanan pada alasan tersebut. Jika diletakkan di awal, biasanya diikuti oleh koma setelah klausa sebab selesai. 3) Common Contexts: Kata ini bersifat netral dan dapat digunakan dalam segala situasi, mulai dari obrolan santai, penulisan berita, hingga karya ilmiah. Dalam konteks formal, 'karena' sering dipasangkan dengan 'oleh' menjadi 'oleh karena itu' untuk menyimpulkan sebuah alasan. 4) Similar Words Comparison: 'Karena' sering dibandingkan dengan 'sebab'. Perbedaannya, 'sebab' dapat berfungsi sebagai kata benda (berarti 'the cause'), sedangkan 'karena' murni berfungsi sebagai kata penghubung. Ada juga kata 'gara-gara' yang bermakna sama tetapi biasanya digunakan untuk alasan yang bersifat negatif atau menyalahkan.
Beispiele
Dia menangis karena sedih.
everydayShe is crying because she is sad.
Rapat ditunda karena direktur berhalangan hadir.
formalThe meeting was postponed because the director was unable to attend.
Aku telat karena macet banget.
informalI'm late because the traffic was so bad.
Fenomena ini terjadi karena adanya perubahan iklim.
academicThis phenomenon occurs due to climate change.
Häufige Kollokationen
Häufige Phrasen
karena terpaksa
out of necessity
karena sayang
out of love
bukan karena
not because
Wird oft verwechselt mit
'Sebab' can be a noun meaning 'the cause', while 'karena' is strictly a conjunction.
'Gara-gara' is informal and usually implies a negative consequence or blame.
Grammatikmuster
How to Use It
Nutzungshinweise
The word 'karena' is neutral and suitable for all registers. In very casual speech, it is often shortened to 'karna' or replaced by 'soalnya'. In formal writing, always use the standard spelling 'karena'.
Häufige Fehler
A frequent error is the redundant use of 'karena' and 'maka' in the same sentence (e.g., 'Karena hujan, maka saya basah'). Another mistake is using 'karena' followed by a noun without the preposition 'oleh' in formal writing, although this is common in speech.
Tips
Use it to link ideas naturally
Place 'karena' in the middle of a sentence to explain why something happened without breaking the flow.
Avoid redundant double conjunctions
In English, we don't say 'Because... so...'. Similarly in Indonesian, avoid using 'Karena... maka...' in the same sentence.
Softening refusals with reasons
Indonesian culture values politeness; using 'karena' to provide a reason when saying 'no' is considered more respectful.
Wortherkunft
Derived from the Sanskrit word 'kāraṇa', which means 'cause', 'reason', or 'motive'.
Kultureller Kontext
In Indonesian social dynamics, giving a reason (alasan) using 'karena' is an important part of maintaining social harmony, especially when explaining mistakes or declining offers.
Merkhilfe
Think of the 'K' in 'Karena' as the 'Key' that unlocks the reason why something happened.
Häufig gestellte Fragen
4 FragenKeduanya sering bisa saling menggantikan sebagai kata sambung, namun 'sebab' juga bisa berfungsi sebagai kata benda yang berarti 'penyebab'.
Ya, boleh. Contohnya: 'Karena hujan, saya tidak pergi.' Pastikan ada tanda koma sebelum klausa akibat.
Tidak, 'karna' adalah bentuk tidak baku. Ejaan yang benar menurut KBBI adalah 'karena'.
Dalam konteks sangat formal atau hukum, sering digunakan kata 'dikarenakan' atau 'berhubung'.
Teste dich selbst
Saya terlambat ___ bangun kesiangan.
Kalimat tersebut membutuhkan kata penghubung sebab-akibat untuk menjelaskan alasan keterlambatan.
Manakah kalimat yang menggunakan 'karena' dengan benar?
Pilihan A mengikuti pola standar: [Akibat] + karena + [Sebab].
sakit - tidak - karena - Budi - sekolah - masuk
Struktur yang paling logis adalah menempatkan subjek dan predikat di awal, diikuti oleh alasan.
Ergebnis: /3
Summary
The word 'karena' is the essential Indonesian conjunction for linking an effect to its underlying cause.
- Used to introduce a reason or cause for something.
- Equivalent to the English word 'because'.
- Versatile for both formal and informal Indonesian communication.
Use it to link ideas naturally
Place 'karena' in the middle of a sentence to explain why something happened without breaking the flow.
Avoid redundant double conjunctions
In English, we don't say 'Because... so...'. Similarly in Indonesian, avoid using 'Karena... maka...' in the same sentence.
Softening refusals with reasons
Indonesian culture values politeness; using 'karena' to provide a reason when saying 'no' is considered more respectful.
Beispiele
4 von 4Dia menangis karena sedih.
She is crying because she is sad.
Rapat ditunda karena direktur berhalangan hadir.
The meeting was postponed because the director was unable to attend.
Aku telat karena macet banget.
I'm late because the traffic was so bad.
Fenomena ini terjadi karena adanya perubahan iklim.
This phenomenon occurs due to climate change.