Overview
The Indonesian word 'bayar' is a versatile verb meaning 'to pay'. It's a fundamental term in daily transactions and can be used in various contexts, from simple purchases to more complex financial obligations.
Basic Usage and Conjugation:
Unlike many European languages, Indonesian verbs do not conjugate based on tense or subject. 'Bayar' remains 'bayar' regardless of who is paying or when the payment occurs. Context and adverbs indicate tense.
- Present/Future:
- Saya akan bayar. (I will pay.)
- Dia bayar sekarang. (He pays now.)
- Past:
- Saya sudah bayar. (I have already paid.)
- Kami bayar kemarin. (We paid yesterday.)
Common Forms and Derivatives:
- 1Membayar (to pay - active voice): This is the most common and standard form. The prefix 'me-' indicates an active verb.
- Dia sedang membayar belanjaannya. (He is paying for his groceries.)
- Tolong bayar tagihannya. (Please pay the bill.)
- 1Dibayar (to be paid - passive voice): The prefix 'di-' indicates a passive verb.
- Tagihannya sudah dibayar. (The bill has been paid.)
- Gajinya dibayar setiap bulan. (His salary is paid every month.)
- 1Pembayaran (payment - noun): This is the noun form, referring to the act or process of paying, or the payment itself.
- Bagaimana metode pembayarannya? (What is the payment method?)
- Kami menunggu pembayaran Anda. (We are waiting for your payment.)
- 1Pembayar (payer - noun): This refers to the person or entity making the payment.
- Siapa pembayarnya? (Who is the payer?)
- Dia adalah pembayar yang disiplin. (He is a disciplined payer.)
Contextual Usage Examples:
- Shopping/Purchases:
- Saya ingin bayar tunai. (I want to pay in cash.)
- Bisa bayar pakai kartu kredit? (Can I pay with a credit card?)
- Bills/Utilities:
- Jangan lupa bayar listrik. (Don't forget to pay the electricity bill.)
- Kami harus bayar sewa bulan ini. (We have to pay rent this month.)
- Loans/Debts:
- Dia sedang berusaha bayar utangnya. (He is trying to pay his debt.)
- Pinjamannya sudah dibayar lunas. (His loan has been paid in full.)
- Figurative Use (less common but possible): While primarily literal, 'bayar' can sometimes imply 'to bear the consequences' or 'to suffer for' in a very indirect, almost poetic sense, though more direct phrases are usually preferred. For instance, 'membayar mahal' (to pay expensively) can mean to suffer severe consequences.
Phrases and Idioms:
- Bayar tunai: Pay cash.
- Bayar lunas: Pay in full.
- Bayar di muka: Pay in advance.
- Bayar cicilan: Pay installments.
- Membayar denda: To pay a fine.
- Membayar pajak: To pay taxes.
Understanding 'bayar' and its derivatives is crucial for anyone engaging in financial interactions or discussions in Indonesian. Its simplicity in conjugation makes it relatively easy to master, while its various forms allow for precise expression in different contexts.
예시
Saya harus membayar tagihan ini.
Financial transactionI need to pay this bill.
Dia akan membayar makan malam kami.
Social situation, covering costsHe will pay for our dinner.
Pembeli harus membayar harga penuh.
Commercial transactionThe buyer must pay the full price.
Kami tidak sanggup membayar sewanya.
Financial difficultyWe can't afford to pay the rent.
Tolong bayar di kasir.
Instruction in a storePlease pay at the cashier.
자주 쓰는 조합
자주 혼동되는 단어
Refers to the payment itself, or a fee/wage.
The active form 'to pay' (transitive).
Means 'paid off' or 'repaid' (often implies completion or satisfaction).
문법 패턴
How to Use It
사용 참고사항
The word 'bayar' is a versatile verb in Indonesian. It can be used transitively, as in 'Saya bayar makan siang' (I pay for lunch), or intransitively, as in 'Saya sudah bayar' (I have already paid). The prefix 'mem-' can be added to form 'membayar', which is often used in more formal contexts or when emphasizing the action of paying, as in 'Dia akan membayar tagihan listrik' (He will pay the electricity bill). 'Pembayaran' is the noun form, meaning 'payment'. You might also encounter 'dibayar', meaning 'paid' (passive voice). For example, 'Gajinya dibayar setiap bulan' (His salary is paid every month). When asking for the price, you might say 'Berapa harganya?' (How much is the price?), and then respond with 'Saya bayar' after agreeing on the price. It's a fundamental term for financial transactions and is widely understood across all regions of Indonesia.
자주 하는 실수
1. Mispronunciation: Ensure you roll the 'r' at the end. 2. Incorrect usage in sentences: Remember it's a verb. 3. Confusing it with similar-sounding words: There aren't many direct sound-alikes, but ensure context is clear. For example, 'memayar' is incorrect; the correct form for 'to pay' as a transitive verb would be 'membayar'. The root 'bayar' is used in various derivatives. 4. Not understanding its derivatives: 'Pembayaran' (payment), 'membayar' (to pay), 'dibayar' (paid - passive). These forms are essential for correct sentence construction. 5. Using it incorrectly with prepositions: While English might use 'pay for,' Indonesian often integrates the object directly. For instance, 'bayar makanan' (pay for food) is more common than a direct translation with a preposition. 6. Informal vs. formal usage: 'Bayar' is generally appropriate for both informal and formal contexts, but understanding its derivatives helps in more complex or formal sentences. 7. Forgetting verb prefixes: 'Me-' prefix is crucial for active verbs (membayar). Forgetting it changes the grammatical role or makes the word sound incomplete. 8. Overuse of direct translation from English: Some phrases in English involving 'pay' might have different structures in Indonesian. For example, 'pay attention' is 'memperhatikan', not 'bayar perhatian'. 9. Not knowing common phrases: 'Bayar tunai' (pay cash), 'bayar lunas' (pay in full), 'bayar di muka' (pay in advance). Learning these phrases helps with natural usage. 10. Confusing it with 'gaji': 'Gaji' specifically means salary or wages, while 'bayar' is a general term for paying for goods or services. 11. Incorrect verb conjugation for tenses: Indonesian verbs do not change for tense in the same way English verbs do. Contextual words or phrases indicate time. 12. Not understanding the nuance of 'membayar hutang' (to pay a debt) versus 'melunasi hutang' (to pay off a debt completely). 13. Using 'bayar' when 'membelanjakan' (to spend money) is more appropriate for general spending. 14. Confusing the noun 'bayar' (which is rare as a standalone noun for payment, 'pembayaran' is more common) with the verb. 15. Not recognizing it in passive voice: 'Dibayar' (was/is paid) is a common passive form.
Tips
Informasi Tambahan
Kata 'bayar' dalam bahasa Indonesia adalah kata kerja yang berarti 'memberikan uang sebagai imbalan atas barang atau jasa'. Kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks transaksi, baik formal maupun informal. Penting untuk memahami nuansa penggunaannya agar komunikasi menjadi lebih efektif. Selain itu, terdapat berbagai frasa dan idiom yang menggunakan kata 'bayar' yang memiliki makna khusus. Contohnya, 'bayar tunai' berarti membayar dengan uang fisik, sedangkan 'bayar lunas' berarti membayar seluruh jumlah yang terutang. Mempelajari frasa-frasa ini akan memperkaya pemahaman Anda tentang penggunaan kata 'bayar'.
Kesalahan Umum
Salah satu kesalahan umum dalam penggunaan kata 'bayar' adalah salah memilih preposisi. Misalnya, seringkali orang mengatakan 'bayar kepada' padahal seharusnya 'membayar kepada' atau 'membayarkan'. Penting untuk diingat bahwa 'bayar' adalah kata kerja transitif yang memerlukan objek langsung. Jadi, alih-alih mengatakan 'saya bayar dia', lebih tepat jika mengatakan 'saya membayar dia' atau 'saya membayarnya'. Selain itu, hindari penggunaan 'bayar' sebagai kata benda; gunakan 'pembayaran' sebagai gantinya. Kesalahan lain adalah penggunaan tidak tepat dalam konteks formal dan informal. Pastikan Anda memilih bentuk yang sesuai dengan situasi komunikasi Anda.
Tips Penggunaan
Untuk menggunakan kata 'bayar' dengan benar, perhatikan konteks kalimat. Jika Anda ingin menekankan tindakan membayar, gunakan 'membayar'. Contoh: 'Saya membayar tagihan listrik.' Jika Anda ingin menekankan bahwa sesuatu telah dibayar, gunakan 'terbayar'. Contoh: 'Tagihan listrik sudah terbayar.' Selain itu, perhatikan juga imbuhan yang digunakan. Imbuhan 'memper-' dapat digunakan untuk menunjukkan tindakan membuat sesuatu menjadi terbayar, seperti 'memperbayar'. Latih penggunaan kata ini dalam berbagai kalimat dan frasa untuk meningkatkan kefasihan Anda. Jangan ragu untuk mencari contoh penggunaan dalam kamus atau sumber belajar bahasa Indonesia lainnya untuk referensi.
어원
From Malay bayar, from Proto-Malayic *bayar, from Proto-Malayo-Polynesian *bayaD, from Proto-Austronesian *bayaD.
문화적 맥락
In Indonesia, 'bayar' (to pay) is a very common and essential word used in daily transactions and various social contexts. When making payments, especially in traditional markets or smaller shops, bargaining ('menawar') is often expected before 'membayar' (paying). It's also common to hear phrases like 'Mau bayar berapa?' (How much do you want to pay?) or 'Sudah bayar?' (Have you paid already?). In a restaurant setting, when you're ready to pay, you might say 'Minta billnya' (May I have the bill) or 'Saya mau bayar' (I want to pay). There's also a cultural nuance around communal payments, like 'patungan' (splitting the bill) among friends, which uses the concept of 'bayar' collectively. The act of paying is generally straightforward and courteous.
암기 팁
The word 'bayar' sounds like 'buyer,' who is the one who pays. Imagine a 'buyer' coming to 'bayar' (pay).
자주 묻는 질문
4 질문'Bayar' is an Indonesian verb that directly translates to 'to pay' in English. It's a fundamental word used in various contexts related to financial transactions, settlements, and fulfilling obligations. Whether you're settling a bill, making a purchase, or compensating someone for services, 'bayar' is the term you would use to express the act of giving money or an equivalent in exchange for goods, services, or to discharge a debt. Its usage is very common in daily Indonesian conversation and business interactions.
Certainly! Here are a few examples: 1. 'Saya harus **bayar** tagihan listrik bulan ini.' (I have to pay the electricity bill this month.) 2. 'Berapa yang harus saya **bayar** untuk makanan ini?' (How much do I have to pay for this food?) 3. 'Dia akan **bayar** utangnya besok.' (He will pay his debt tomorrow.) 4. 'Pelanggan bisa **bayar** dengan kartu kredit.' (Customers can pay with a credit card.) These examples illustrate how 'bayar' is used to convey the action of settling different types of payments.
Yes, there are several common phrases and idioms that incorporate 'bayar'. One frequent phrase is '**bayar tunai**,' which means 'to pay in cash.' Another is '**bayar di muka**,' meaning 'to pay in advance.' You might also hear '**bayar kontan**,' which is another way of saying 'pay in cash' or 'pay immediately.' These phrases add nuance and specificity to the act of payment in various situations, reflecting common transactional practices in Indonesia.
While 'bayar' is the most direct and commonly used word for 'to pay,' there are some related terms and synonyms depending on the specific context. For instance, 'melunasi' means 'to settle' or 'to pay off a debt completely,' implying a full settlement. 'Membayar' is also a common form of 'bayar' when used with an object, like 'membayar tagihan' (to pay the bill). Other related concepts include 'ganti rugi' (to compensate for damages) or 'membayar ganti rugi' (to pay compensation). These words enrich the vocabulary around financial transactions in Indonesian.
셀프 테스트
Saya perlu ____ tagihan listrik sebelum tanggal jatuh tempo.
Bisakah kamu ____ untuk makan siang hari ini? Aku lupa dompetku.
Pelanggan akan ____ di kasir.
점수: /3
Informasi Tambahan
Kata 'bayar' dalam bahasa Indonesia adalah kata kerja yang berarti 'memberikan uang sebagai imbalan atas barang atau jasa'. Kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks transaksi, baik formal maupun informal. Penting untuk memahami nuansa penggunaannya agar komunikasi menjadi lebih efektif. Selain itu, terdapat berbagai frasa dan idiom yang menggunakan kata 'bayar' yang memiliki makna khusus. Contohnya, 'bayar tunai' berarti membayar dengan uang fisik, sedangkan 'bayar lunas' berarti membayar seluruh jumlah yang terutang. Mempelajari frasa-frasa ini akan memperkaya pemahaman Anda tentang penggunaan kata 'bayar'.
Kesalahan Umum
Salah satu kesalahan umum dalam penggunaan kata 'bayar' adalah salah memilih preposisi. Misalnya, seringkali orang mengatakan 'bayar kepada' padahal seharusnya 'membayar kepada' atau 'membayarkan'. Penting untuk diingat bahwa 'bayar' adalah kata kerja transitif yang memerlukan objek langsung. Jadi, alih-alih mengatakan 'saya bayar dia', lebih tepat jika mengatakan 'saya membayar dia' atau 'saya membayarnya'. Selain itu, hindari penggunaan 'bayar' sebagai kata benda; gunakan 'pembayaran' sebagai gantinya. Kesalahan lain adalah penggunaan tidak tepat dalam konteks formal dan informal. Pastikan Anda memilih bentuk yang sesuai dengan situasi komunikasi Anda.
Tips Penggunaan
Untuk menggunakan kata 'bayar' dengan benar, perhatikan konteks kalimat. Jika Anda ingin menekankan tindakan membayar, gunakan 'membayar'. Contoh: 'Saya membayar tagihan listrik.' Jika Anda ingin menekankan bahwa sesuatu telah dibayar, gunakan 'terbayar'. Contoh: 'Tagihan listrik sudah terbayar.' Selain itu, perhatikan juga imbuhan yang digunakan. Imbuhan 'memper-' dapat digunakan untuk menunjukkan tindakan membuat sesuatu menjadi terbayar, seperti 'memperbayar'. Latih penggunaan kata ini dalam berbagai kalimat dan frasa untuk meningkatkan kefasihan Anda. Jangan ragu untuk mencari contoh penggunaan dalam kamus atau sumber belajar bahasa Indonesia lainnya untuk referensi.
예시
5 / 5Saya harus membayar tagihan ini.
I need to pay this bill.
Dia akan membayar makan malam kami.
He will pay for our dinner.
Pembeli harus membayar harga penuh.
The buyer must pay the full price.
Kami tidak sanggup membayar sewanya.
We can't afford to pay the rent.
Tolong bayar di kasir.
Please pay at the cashier.